Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-20
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai nilai semangat hijrah Nabi Muhammad saw. ke Thaif.
- Menjalankan sikap tabah dalam menghadapi masalah kehidupan.
- Memahami peristiwa penting dan sebab-sebab Nabi Muhammad saw. hijrah ke Thaif.
- Menyimpulkan peristiwa penting dan sebab-sebab Nabi Muhammad saw. hijrah ke Thaif.
MATERI
B. Peristiwa Hijrah ke Thaif
Menurut riwayat yang disebutkan oleh Tabaqat Ibnu Sa'ad, peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. ke Kota Thaif terjadi pada bulan Syawal, tahun kesepuluh kenabian. Dalam perjalanan ini, beliau ditemani oleh anak angkatnya, Zaid bin Haritsah. Mereka menempuh perjalanan ke Thaif dengan berjalan kaki agar kaum Quraisy tidak mencurigai kepergian mereka.
Setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan, Nabi Muhammad saw. tiba di Kota Thaif. Beliau datang dengan tujuan mencari perlindungan dari kaum Quraisy, sekaligus menyampaikan dakwah Islam kepada penduduk Thaif. Nabi Muhammad saw. menemui beberapa tokoh penting Bani Tsaqif, di antaranya Kinanah bin Abdu Yalil dan Mas'ud yang bergelar Abu Kuhal.
Kepada mereka, Nabi Muhammad saw. menyampaikan ajaran Islam yang beliau bawa, sekaligus menjelaskan bahwa dirinya adalah utusan Allah Swt. yang diutus untuk membawa kebenaran. Nabi Muhammad saw. berharap agar penduduk Thaif mau menerima dakwah Islam, sekaligus mendukung perjuangan beliau dalam menyebarkan agama Allah. Namun, para pemimpin Thaif menolak ajakan Nabi Muhammad saw. Mereka berkata, "Seandainya apa yang engkau sampaikan itu benar, tentu orang yang lebih terhormat dari kaummu telah menerimanya terlebih dahulu." Setelah itu, mereka mengusir Nabi Muhammad saw. dan Zaid bin Haritsah.
Tidak hanya menyampaikan dakwah kepada para pemuka Thaif, Nabi Muhammad saw. juga berusaha mengajak masyarakat umum. Beliau mendatangi pasar dan tempat-tempat keramaian. Setiap kali bertemu orang, beliau menyeru dengan kalimat tauhid, "Laa ilaaha illallaah Muhammadur Rasulullah." Akan tetapi, tidak seorang pun yang menyambutnya. Bahkan, para tokoh Thaif menghasut masyarakat untuk menyakiti Nabi Muhammad saw.
Atas hasutan tersebut, penduduk Thaif melempari Nabi Muhammad saw. dan Zaid dengan batu. Mereka menghina, mencaci, dan melukai keduanya hingga tubuh Nabi Muhammad saw. berlumuran darah. Zaid bin Haritsah berusaha melindungi beliau, tetapi usahanya tidak berhasil. Nabi Muhammad saw. mengalami luka parah di sekujur tubuhnya. Meski demikian, Zaid tetap berupaya melindungi beliau dengan penuh kesetiaan.
Dalam keadaan yang sangat menyedihkan itu, Nabi Muhammad saw. akhirnya mencari perlindungan. Beliau dan Zaid bersembunyi di balik tembok rumah milik Utbah dan Syaibah, dua putra Rabi'ah, yang terletak sekitar 3 mil dari Thaif. Di tempat itu, Nabi Muhammad saw. duduk bersandar di bawah naungan sebuah pohon anggur. Beliau merenungi peristiwa yang baru saja dialami, betapa berat penderitaan yang harus ditanggung demi dakwah Islam.
Hati beliau terasa amat pilu. Namun, dalam kesedihan itu, Nabi Muhammad saw. menengadahkan doa penuh harap kepada Allah Swt.:
"Ya Allah, hanya kepada-Mu aku mengadukan kelemahan diriku, sedikitnya kemampuanku, dan kehinaanku di hadapan manusia. Engkaulah Tuhan Yang Maha Pengasih, Engkau adalah Rabb orang-orang yang lemah, Engkaulah Tuhanku. Kepada siapa Engkau serahkan aku? Apakah kepada orang jauh yang bermuka masam kepadaku, atau kepada musuh yang akan menguasai diriku? Jika Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli. Namun, ampunan-Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari kegelapan, dan dengan-Nya urusan dunia dan akhirat menjadi baik, agar jangan sampai turun murka-Mu kepadaku. Hanya kepada-Mu aku berserah diri, hingga Engkau ridha. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu."
Utbah dan Syaibah yang mendengar doa Nabi Muhammad saw. merasa tersentuh. Mereka kemudian menyuruh seorang budak bernama Addas untuk memberikan setangkai buah anggur kepada beliau. Saat menerima anggur itu, Nabi Muhammad saw. mengucapkan "Bismillah."
Addas yang mendengar bacaan itu merasa heran, lalu bertanya, "Dari mana asalmu?" Nabi Muhammad saw. balik bertanya. Addas menjawab, "Saya berasal dari Ninawa, dan saya seorang Nasrani."
Mendengar jawaban itu, Nabi Muhammad saw. menjelaskan bahwa di kota Ninawa pernah lahir seorang nabi, yaitu Nabi Yunus bin Mata. Beliau berkata, "Nabi Yunus adalah saudaraku. Ia seorang nabi, dan aku pun seorang nabi." Mendengar penjelasan itu, hati Addas tergerak. Ia lalu bersujud di hadapan Nabi Muhammad saw., mencium kepala, tangan, dan kaki beliau. Saat itu juga Addas mengucapkan kalimat syahadat, lalu masuk Islam.
Setelah peristiwa itu, Nabi Muhammad saw. bersama Zaid bin Haritsah meninggalkan Thaif untuk kembali ke Makkah. Hati beliau masih dipenuhi kesedihan akibat perlakuan penduduk Thaif.
Dalam perjalanan, Malaikat Jibril datang menemui Nabi Muhammad saw. seraya berkata, "Wahai Muhammad, jika engkau menghendaki, aku akan mengangkat gunung ini dan menimpakannya ke atas mereka, sebagai azab atas perbuatan mereka kepadamu."
Namun, Nabi Muhammad saw. dengan penuh kasih menjawab, "Jangan! Aku berharap Allah Swt. akan mengeluarkan dari keturunan mereka generasi yang beriman kepada-Nya, menyembah-Nya semata, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun."
Sungguh, di tengah penderitaan dan luka yang beliau alami, Nabi Muhammad saw. tetap memilih untuk memaafkan orang-orang yang menyakiti dan memusuhinya. Bahkan, beliau terus berdoa agar Allah Swt. memberikan petunjuk kepada mereka, kaum Tsaqif.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. ke Kota Thaif terjadi pada bulan ________ tahun kesepuluh kenabian.
- Dalam perjalanan ke Thaif, Nabi Muhammad saw. ditemani oleh anak angkatnya, yaitu ________.
- Nabi Muhammad saw. menempuh perjalanan ke Thaif dengan berjalan ________ agar tidak dicurigai kaum Quraisy.
- Di Kota Thaif, Nabi Muhammad saw. menemui tokoh Bani Tsaqif, di antaranya adalah ________ dan ________.
- Para pemimpin Thaif menolak dakwah Nabi Muhammad saw. dan bahkan ________ beliau dan Zaid bin Haritsah.
- Nabi Muhammad saw. dan Zaid bersembunyi di balik tembok rumah milik ________ dan ________, putra Rabi'ah.
- Dalam kesedihannya, Nabi Muhammad saw. duduk bersandar di bawah naungan sebuah ________.
- Utbah dan Syaibah menyuruh seorang budak bernama ________ untuk memberikan setangkai anggur kepada Nabi Muhammad saw.
- Addas masuk Islam setelah mendengar Nabi Muhammad saw. menceritakan tentang Nabi ________ bin Mata dari kota Ninawa.
- Ketika Malaikat Jibril menawarkan untuk menimpakan gunung kepada penduduk Thaif, Nabi Muhammad saw. menolak dan justru berharap akan lahir dari keturunan mereka ________.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3
SEMESTER GENAP
Pelajaran 4 Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7