Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-9
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menerima prinsip-prinsip demokrasi yang dilakukan Nabi Muhammad saw. dalam menegakkan berbagai kesepakatan dengan kelompok nonmuslim
- Menjalankan sikap toleran dalam menegakkan berbagai kesepakatan dengan kelompok nonmuslim
- Mengorganisasi informasi tentang upaya Nabi Muhammad saw. dalam menegakkan berbagai kesepakatan dengan kelompok nonmuslim.
- Mengomunikasikan hasil analisis tentang upaya Nabi Muhammad saw. dalam menegakkan berbagai kesepakatan dengan kelompok nonmuslim.
MATERI
E. Perjanjian Hudaibiyah
Enam tahun setelah hijrah ke Madinah, umat Islam merasakan kerinduan mendalam untuk kembali ke tanah kelahiran mereka, Mekah, guna menunaikan ibadah haji. Menanggapi hal ini, Nabi Muhammad saw. memimpin rombongan berjumlah sekitar 1.400 orang menuju Mekah pada bulan Zulkaidah tahun ke-6 Hijriah (628 M), yang merupakan bulan haram untuk berperang.
Namun, kaum Quraisy menolak kedatangan mereka. Rombongan muslim akhirnya berhenti di Hudaibiyah, sekitar 6 mil dari Mekah. Nabi Muhammad saw. kemudian mengutus Utsman bin Affan untuk menyampaikan maksud kedatangan umat Islam yang damai. Saat menunggu, tersiar kabar bahwa Utsman dibunuh oleh Quraisy. Mendengar kabar tersebut, kaum muslimin mengucapkan Bai'at Ridwan, yakni sumpah setia di bawah sebuah pohon untuk membela Nabi hingga titik darah penghabisan. Syukurlah, berita itu ternyata tidak benar; Utsman selamat.
Kesungguhan kaum muslimin ini membuat kaum Quraisy merasa khawatir. Akhirnya, diadakanlah perundingan yang menghasilkan Perjanjian Hudaibiyah, dengan beberapa poin penting:
- Disepakati gencatan senjata selama 10 tahun.
- Setiap suku bebas memilih untuk bersekutu dengan Nabi Muhammad saw. atau dengan Quraisy.
- Muslim yang melarikan diri ke Quraisy harus dikembalikan, sedangkan orang Quraisy yang pindah ke Madinah tidak perlu dikembalikan.
- Umat Islam tidak boleh memasuki Mekah pada tahun itu, tetapi diperbolehkan melaksanakan umrah pada tahun berikutnya, dengan syarat hanya tinggal selama tiga hari tanpa membawa senjata.
Meskipun sebagian syarat terasa berat bagi kaum muslimin, perjanjian ini membawa keuntungan besar. Masa damai selama 10 tahun memberi kesempatan luas bagi Nabi untuk menyebarkan Islam dengan damai. Akhlak mulia Rasulullah justru menarik simpati banyak tokoh Quraisy, di antaranya Khalid bin Walid dan Amru bin Ash, yang akhirnya masuk Islam. Perjanjian Hudaibiyah menjadi titik balik penting dalam sejarah Islam, membuka jalan bagi Fathu Makkah (Pembebasan Mekah) dan penyebaran Islam yang lebih luas.
F. Komunikasi dengan Raja-Raja Non-Muslim
Setelah Perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah saw. memperoleh kebebasan untuk menjalin hubungan diplomatik tanpa lagi dihalangi kaum Quraisy. Beliau mengirimkan surat dan utusan kepada berbagai raja dan penguasa di dalam maupun luar Jazirah Arab. Di antara yang menerima utusan beliau adalah:
- Raja Habasyah (Najasyi): menerima dengan baik dan akhirnya masuk Islam.
- Muqauqis (Gubernur Mesir): menolak secara halus, tetapi mengirimkan hadiah berharga seperti dua budak wanita (Mariah dan Sirin), dua budak laki-laki, emas, kain, seekor bighal, dan madu.
- Raja Ghassan: menolak dengan kasar bahkan membunuh utusan Rasulullah, Harits bin Umair, yang kemudian memicu Perang Mu'tah.
- Kaisar Romawi (Heraklius): menunjukkan sikap hati-hati, namun tidak memeluk Islam.
- Kaisar Persia: menolak dengan angkuh, bahkan merobek-robek surat Nabi. Rasulullah bersabda bahwa kerajaannya akan hancur sebagaimana surat itu dirobek, dan sabda ini terbukti di kemudian hari.
Perang Mu'tah menjadi peristiwa penting, ketika Rasulullah mengirim 3.000 pasukan menghadapi pasukan Ghassan yang didukung Romawi. Karena perbedaan kekuatan yang besar, Khalid bin Walid dengan cerdas menarik pasukan kembali ke Madinah untuk menghindari kehancuran total.
Selain itu, untuk menjaga keamanan Madinah, Rasulullah saw. juga menindak tegas kaum Yahudi Khaibar yang berulang kali berkhianat. Setelah dikepung, mereka akhirnya menyerah dan membuat perjanjian baru untuk hidup damai tanpa melakukan pengkhianatan lagi.
Diplomasi Rasulullah ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya dibangun melalui peperangan, tetapi juga melalui komunikasi, strategi, dan akhlak mulia.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
1. Perjanjian Hudaibiyah
2. Surat Kepada Raja-raja
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Perjanjian Hudaibiyah terjadi pada tahun ke-___ Hijriyah.
- Jumlah kaum muslimin yang berangkat bersama Nabi Muhammad saw. ke Mekah adalah sekitar ___ orang.
- Tempat terjadinya Perjanjian Hudaibiyah terletak sekitar ___ mil dari Kota Mekah.
- Ikrar setia kaum muslimin kepada Nabi Muhammad saw. setelah tersebar isu kematian Utsman bin Affan dikenal dengan sebutan ___.
- Salah satu isi Perjanjian Hudaibiyah adalah adanya gencatan senjata selama ___ tahun.
- Perjanjian Hudaibiyah membuka peluang bagi Nabi Muhammad saw. untuk memperluas dakwah melalui ___ dan pengiriman surat kepada para penguasa.
- Raja Habasyah yang dikenal menerima dakwah Nabi Muhammad saw. dengan baik bernama ___.
- Utusan Rasulullah saw. kepada Gubernur Mesir (Muqauqis) adalah ___.
- Utusan Rasulullah saw., Harits bin Umair, dibunuh oleh Raja ___ sehingga memicu terjadinya Perang Mu'tah.
- Rasulullah saw. bersabda bahwa kerajaan ___ akan hancur sebagaimana surat beliau yang dirobek oleh rajanya.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4
SEMESTER GENAP
Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8