Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-13
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menerima irhas Nabi Muhammad saw. pada masa kanak-kanak.
- Menjalankan sikap jujur dalam berinteraksi dengan teman, guru, dan tetangga.
- Memahami masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw.
- Menceritakan kembali tentang masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw.
MATERI
C. Nabi Muhammad saw. dalam Masa Asuhan
Sejak lahir, Nabi Muhammad saw. telah merasakan pahit getir kehidupan. Beliau lahir dalam keadaan yatim, karena ayahnya, Abdullah, wafat ketika beliau masih dalam kandungan. Pada usia enam tahun, ibunda tercinta, Aminah, juga meninggal dunia. Sejak saat itu, Muhammad kecil menjadi yatim piatu. Walaupun demikian, keadaan ini justru menempa beliau menjadi pribadi yang tabah, mandiri, dan penuh tanggung jawab.
Setelah ibunya wafat, Muhammad diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Namun, dua tahun kemudian kakeknya pun wafat. Selanjutnya, beliau diasuh oleh pamannya, Abu Thalib, hingga beranjak dewasa. Perjalanan masa asuhan Muhammad saw. penuh dengan kasih sayang dari orang-orang yang merawatnya, meskipun hidup dalam kesederhanaan.
1. Dalam Asuhan Halimah As-Sa'diyahDi kalangan masyarakat Arab, sudah menjadi kebiasaan bahwa bayi yang baru lahir disusukan kepada perempuan desa. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak tumbuh sehat dengan udara pedesaan yang bersih, memiliki sopan santun yang baik, serta fasih dalam berbahasa Arab. Demikian pula yang dialami Muhammad kecil.
Ketika beliau lahir, beberapa ibu dari desa Bani Sa'ad datang ke Makkah untuk mencari bayi yang bisa mereka susui. Salah satunya adalah Halimah As-Sa'diyah. Pada awalnya, Halimah ragu karena Muhammad adalah anak yatim dan bukan dari keluarga kaya. Namun, setelah berbincang dengan suaminya, Al-Harits, mereka memutuskan untuk merawat Muhammad karena melihat cahaya dan keteduhan pada wajah bayi tersebut.
Sejak Muhammad tinggal bersama Halimah, keberkahan datang pada keluarga itu. Kambing-kambing mereka menjadi gemuk dan menghasilkan banyak susu, serta padang rumput pun tumbuh subur. Muhammad membawa kebaikan bagi keluarga Halimah.
Pada usia dua tahun, Muhammad sudah berhenti menyusu dan mulai belajar menggembala kambing bersama anak-anak Halimah. Suatu hari, terjadi peristiwa luar biasa. Anak Halimah melihat Muhammad didatangi dua malaikat yang berpakaian putih. Mereka membelah dada Muhammad, mencucinya dengan air zam-zam, lalu menutupnya kembali tanpa meninggalkan luka sedikit pun. Halimah sangat terkejut dan khawatir dengan kejadian ini. Karena merasa tidak sanggup lagi merawat Muhammad, akhirnya pada usia empat tahun, Halimah mengembalikan beliau kepada ibunya, Aminah.
Sebelum bersama Halimah, Muhammad sempat disusui oleh Tsuwaibah, seorang budak perempuan milik Abu Lahab. Meskipun hanya sebentar, Nabi Muhammad saw. selalu menghormati dan memperlakukan Tsuwaibah dengan baik sepanjang hidupnya.
2. Dalam Asuhan Ibunda AminahSetelah berpisah dengan Halimah, Muhammad kembali diasuh oleh ibunya, Aminah. Suatu ketika, Aminah mengajak Muhammad yang masih kecil pergi ke Yatsrib (Madinah). Mereka ditemani seorang pembantu setia bernama Ummu Aiman. Tujuan perjalanan ini adalah untuk berziarah ke makam Abdullah, ayah Muhammad, serta bersilaturahmi dengan keluarga besar Bani Najjar dari pihak Aminah.
Setelah beberapa lama di Yatsrib, mereka pulang ke Makkah. Namun, dalam perjalanan, ketika sampai di sebuah desa bernama Abwa, Aminah jatuh sakit. Tidak lama kemudian, beliau meninggal dunia dan dimakamkan di sana. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi Muhammad kecil. Beliau menjadi yatim piatu pada usia enam tahun.
3. Dalam Asuhan Abdul MuthalibSepeninggal ibunya, Muhammad kecil diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Kakeknya sangat menyayangi Muhammad, bahkan lebih daripada cucu-cucu yang lain. Beliau selalu membela Muhammad, bahkan mengizinkannya duduk di tempat duduk khusus yang biasanya hanya ditempati oleh para pemimpin Quraisy.
Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Dua tahun kemudian, Abdul Muthalib wafat dalam usia 80 tahun. Muhammad yang baru berusia delapan tahun pun kembali merasakan kehilangan. Setelah itu, pengasuhan Muhammad dilanjutkan oleh pamannya, Abu Thalib.
4. Dalam Asuhan Abu ThalibAbu Thalib adalah paman Nabi Muhammad yang miskin, tetapi sangat dihormati oleh suku Quraisy. Walaupun hidup sederhana, ia merawat Muhammad dengan penuh kasih sayang. Muhammad pun tumbuh sebagai anak yang mandiri. Sejak kecil, beliau terbiasa menggembala kambing milik penduduk Makkah dan mendapatkan upah untuk membantu kebutuhan hidupnya sendiri serta meringankan beban keluarga pamannya.
Ketika beranjak remaja, Muhammad sering diajak Abu Thalib ikut berdagang ke luar kota. Dari sinilah beliau belajar berdagang dengan jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Abu Thalib menyaksikan bahwa keponakannya itu tidak pernah berbohong, tidak pernah melakukan perbuatan jahiliah, serta memiliki akhlak yang mulia.
Abu Thalib merawat Nabi Muhammad saw. hingga beliau dewasa. Kasih sayang antara keduanya begitu besar. Muhammad sangat menghormati pamannya, sementara Abu Thalib senantiasa melindungi Muhammad dari segala kesulitan.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Nabi Muhammad saw. lahir dalam keadaan ________, karena ayahnya telah meninggal ketika beliau masih dalam kandungan.
- Pada usia enam tahun, Nabi Muhammad saw. ditinggal wafat oleh ibunya, sehingga beliau menjadi seorang ________ piatu.
- Setelah ibunya meninggal, Nabi Muhammad saw. diasuh oleh ________, yaitu kakeknya.
- Ketika bayi, Nabi Muhammad saw. disusukan oleh seorang perempuan desa bernama ________ As-Sa'diyah.
- Halimah dan suaminya, Al-Harits, merawat Nabi Muhammad saw. dengan penuh kasih sayang, dan sejak itu keluarga mereka mendapatkan banyak ________.
- Ketika berusia sekitar empat tahun, Nabi Muhammad saw. dikembalikan kepada ibunya, yaitu ________.
- Dalam perjalanan ke Yatsrib, ibunda Nabi Muhammad saw., yaitu Aminah, jatuh sakit di kampung ________ dan kemudian meninggal dunia.
- Setelah kakeknya, Abdul Muthalib, meninggal, Nabi Muhammad saw. diasuh oleh pamannya yang bernama ________.
- Sejak kecil, Nabi Muhammad saw. suka menggembala ________ milik orang-orang Makkah dan mendapat upah darinya.
- Ketika berusia sembilan tahun, Nabi Muhammad saw. mulai ikut pamannya berdagang, sehingga beliau belajar menjadi seorang ________.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4 Pelajaran 5
SEMESTER GENAP
Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8