Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-20
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai mukjizat Nabi Muhammad saw. pada masa dewasa
- Menjalankan sikap peduli dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga
- Memahami masa dewasa Nabi Muhammad saw.
- Mengorganisasikan informasi tentang kisah masa dewasa Nabi Muhammad saw.
MATERI
B. Nabi Muhammad saw. Bekerja
1. Tekun dalam BekerjaNabi Muhammad saw. pernah menggembala Kambing, beliau juga pernah berdagang. Di dalam setiap pekerjaannya beliau selalu melakukannya dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab (tekun).
Abu Thalib melihat keponakannya bekerja dengan penuh ketekunan. Nabi Muhammad saw. mampu memperlihatkan semangat, kemauan yang keras. Nabi Muhammad saw. juga bertanggung jawab dalam setiap pekerjaannya. Karena melihat kesungguhannya itulah beliau diajak pamannya ke Negeri Syam untuk berniaga.
Sepulang dari perniagaan, Nabi Muhammad semakin tampak sifat kedewasaannya, yang penuh ketekunan dan tanggung jawab. Beliau membantu pamannya menyiapkan air untuk para pendatang yang beribadah ke Baitullah (ka'bah), di kota Makkah al-Mukarromah. Kegiatan ini beliau lakukan hingga menjelang usia dewasa.
2. Jujur dalam berdagangSaat usia Nabi Muhammad Saw. menjelang 25 tahun. Beliau mendapat kepercayaan untuk membawa barang dagangan Khadijah ke negeri Syam. Selama berdagang untuk Khadijah, Nabi Muhammad saw. memperoleh keuntungan yang banyak. Hal ini didapatkan karena selama berdagang ia sangat jujur, ramah, sungguh- sungguh dan tekun, juga murah senyum kepada pembeli.
Nabi Muhammad saw. tidak pernah berbohong dalam berdagang. Jika ia melihat ada barang dagangan yang rusak, maka ia tunjukkan kerusakkannya. Jika barang tersebut dalam keadaan cacat, maka ia tidak akan menjual dengan harga yang mahal, tetapi sesuai dengan kondisi barang tersebut.
Apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw. dalam berdagang tidak membuatnya rugi. Bahkan, ia mendapatkan keuntungan yang besar, sebab cara berdagang yang dilakukan Nabi Muhammad saw. banyak orang yang senang dan banyak membeli barang yang didagangkan sehingga barang yang dijual Nabi Muhammad saw. tidak tersisa. Mereka merasa senang karena menjumpai pedagang yang benar-benar jujur. Mereka senang mendapatkan barang yang baik dan tidak tertipu.
Khadijah adalah seorang wanita yang sangat terkenal sebagai pedagang yang kaya raya. Khadijah sangat tertarik setelah mendengar kejujuran dan budi pekerti Nabi Muhammad saw. terlebih setelah Maisarah salah seorang kepercayaan Khadijah menceritakan pengalamannya bersama Nabi Muhammad saw selama perniagaan dan keberhasilannya, juga sikap dan sifat Nabi Muhammad saw. dalam berdagang ke negeri Syam tersebut.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Pekerjaan pertama Nabi Muhammad saw. ketika masih muda adalah __________.
- Selain menggembala, Nabi Muhammad saw. juga pernah bekerja sebagai __________.
- Sifat utama Nabi Muhammad saw. dalam bekerja adalah __________ dan __________.
- Karena ketekunannya, Nabi Muhammad saw. diajak pamannya, Abu Thalib, untuk berniaga ke __________.
- Sepulang dari perniagaan, Nabi Muhammad saw. membantu pamannya menyiapkan __________ untuk para jamaah di Ka'bah.
- Pada usia sekitar __________ tahun, Nabi Muhammad saw. dipercaya membawa dagangan Khadijah ke Negeri Syam.
- Nabi Muhammad saw. selalu jujur dalam berdagang, bahkan jika ada barang dagangan yang __________ beliau tetap memberitahukan kepada pembeli.
- Para pembeli senang berbelanja kepada Nabi Muhammad saw. karena beliau tidak pernah __________.
- Orang kepercayaan Khadijah yang mendampingi Nabi Muhammad saw. dalam perjalanan dagang adalah __________.
- Khadijah sangat tertarik kepada Nabi Muhammad saw. karena kejujuran, __________, dan budi pekerti beliau yang mulia.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4 Pelajaran 5
SEMESTER GENAP
Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8